
Surabaya – Seorang ibu berinisial AA (33), warga Kelurahan Ngagel, Surabaya, masih berupaya mendapatkan kembali anak perempuannya yang diduga dibawa mantan suaminya sejak awal Maret 2026.
AA mengaku telah beberapa kali mendatangi mantan suaminya untuk menjemput anak tersebut. Namun, upaya itu disebut selalu berakhir tanpa hasil. Bahkan, AA mengaku mengalami kekerasan ketika berusaha membawa anaknya pulang.
Kasus tersebut kemudian viral di media sosial setelah AA membagikan kisahnya. Sejak itu, sejumlah warga menghubungi AA dan mengaku pernah melihat anaknya di beberapa lokasi di Surabaya.
AA mengatakan, ada warga yang melaporkan melihat anaknya berada di kawasan Pasar Keputran hingga sekitar Tunjungan Plaza.
Menurut informasi yang diterimanya, anak tersebut diduga berada dalam kondisi memprihatinkan dan disebut beberapa kali meminta bantuan makanan.
“Saya mendapat informasi dari warga yang melihat anak saya di beberapa tempat. Katanya anak saya sampai meminta-minta makanan,” kata AA.
AA menjelaskan, dirinya dan mantan suaminya telah bercerai sejak 2024. Setelah perceraian, anak mereka masih diperbolehkan menginap bersama ayahnya pada akhir pekan.
Namun, persoalan muncul ketika AA hendak menjemput anaknya untuk kembali bersekolah. Saat itu, mantan suaminya disebut menolak menyerahkan anak tersebut.
Sejak itu, AA terus berupaya mendapatkan kembali anaknya. Ia juga mengaku menerima informasi dari keluarga dan warga sekitar mengenai kondisi sang anak.
Menurut AA, anaknya diduga tidak mendapatkan makan dan minum yang layak serta kurang memperoleh perhatian.
“Yang saya inginkan hanya anak saya kembali. Saya ingin memastikan dia aman dan bisa sekolah lagi,” ujar AA.
Pada awal pekan ini, AA juga sempat meminta bantuan kepolisian dan Babinsa untuk menjemput anaknya. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
AA kemudian melaporkan persoalan tersebut ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Surabaya.
Hingga kini, AA masih berupaya menemukan dan membawa pulang anaknya. Ia berharap ada langkah yang dapat memastikan kondisi anak serta mempertemukannya kembali dengan sang ibu.
Kasus ini menjadi perhatian setelah informasi mengenai keberadaan anak tersebut menyebar di media sosial dan memunculkan laporan dari sejumlah warga.
Tidak ada komentar