Penyebab Kebakaran Gunung Bromo, Wagub Emil Duga Karena Kelalaian Manusia

jatimtodaycom
11 Agu 2026 15:06
3 menit membaca

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menduga bahwa penyebab kebakaran di Gunung Bromo kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dikarenakan faktor kelalaian manusia.

Namun Emil menyatakan hal tersebut masih dugaan awal karena belum ada penelusuran dan penyelidikan resmi terkait penyebab kebakaran. Fokus utama pemerintah saat ini kata dia, proses pemadaman kebakaran.

“Sampai saat ini persisnya itu kami memang masih melakukan fokus kita masih pada pemadaman. Tetapi kita tidak memungkiri bahwa memang ada kemungkinan faktor kelalaian dan faktor manusia di dalamnya yang menjadi awal dari munculnya api tersebut. Namun demikian sekali lagi fokus kita saat ini adalah pada pemadaman,” kata Emil dalam Prime News CNN Indonesia TV, Senin (10/8/2026) malam.

Ia menyebut upaya pemadaman sempat terpusat di kawasan Puncak P-30 yang menjadi titik awal kebakaran hutan di Bromo dengan luas area terdampak mencapai 520 hektare. Menurut Emil, titik tersebut sudah dapat dinyatakan padam.

“Puncak P-30 sudah dapat dikatakan padam per hari ini,” ujarnya.

Namun demikian, muncul titik api di kawasan Penanjakan, tepatnya Lembah Dingklik. Emil mengaku pihaknya belum dapat memastikan penyebab munculnya titik api baru tersebut, apakah berasal dari insiden lain yang melibatkan tindakan manusia atau akibat material yang terbawa angin.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak

“Kita tidak bisa memastikan apakah memang berasal dari insiden lain yang melibatkan tindakan manusia atau dengan adanya angin bisa membawa apakah itu daun, apakah itu material tertentu yang bisa kemudian ikut terbawa angin dan ternyata bisa menyebarkan api ke titik yang tidak berlokasi langsung bersebelahan gitu tapi terbawa oleh angin,” lanjutnya.

Mantan Bupati Trenggalek ini menyebut banyaknya variabel yang berpotensi memicu kebakaran. Hal itu membuat kesiagaan menjadi hal yang penting untuk terus dijaga, terutama di tengah musim kemarau seperti saat ini.

“Terlalu besar dan terlalu beragam variabel yang bisa memicu di saat musim kemarau seperti ini,” ucapnya.

Ia menambahkan, fenomena kebakaran akibat berbagai faktor pemicu itu tidak hanya terjadi di Bromo, melainkan juga di sejumlah titik lain di Indonesia. Hal itu, kata dia, turut dibahas dalam rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.

“Ini memang sebagaimana saya sampaikan juga ini juga terjadi di seluruh Indonesia di banyak titik tadi kami rakor dengan Menko Polkam ini terjadi meskipun penyebabnya beragam,” ujarnya.

Seperti diketahui kebakaran di kawasan Bromo ini bermula pada Senin (3/8/2026), sekitar pukul 17.00 WIB. Menyusul meluasnya titik api, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup sementara seluruh akses wisata ke kawasan Gunung Bromo, per Sabtu (8/8/2026).

Per Senin (10/8/2026) luasan kawasan Bromo yang terdampak kebakaran mencapai 742 hektare. Proses pemadaman api juga terus dilakukan di darat dan udara, dengan mengerahkan tiga helikopter, satu drone, dan delapan unit pemadam kebakaran. Sejumlah tim gabungan juga turut dilibatkan dalam operasi ini.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *