Ratusan Pelajar SMPN 18 Malang Geruduk Kepsek Gegara Tampar Siswa

Mas Dofir
25 Sep 2026 14:33
1 menit membaca

Malang – Suasana SMP Negeri 18 Kota Malang memanas, Jumat (25/9/2026) pagi. Ratusan siswa yang masih berseragam lengkap menggelar aksi solidaritas di halaman sekolah, memprotes dugaan kekerasan yang dilakukan kepala sekolah terhadap teman mereka.

Dengan suara lantang, para pelajar meneriakkan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan. Mereka juga menuntut kepala sekolah bersikap transparan dan bertanggung jawab.

Pemicunya, dugaan penganiayaan terhadap siswa berinisial W. Informasi yang beredar di kalangan siswa dan wali murid, W mendapat perlakuan kasar hanya karena masalah atribut sekolah.

Salah satu wali murid berinisial W (nama disamarkan) mengungkapkan, korban tidak memakai baju lurik pada hari kejadian karena bajunya sobek dan sedang dijahit.

“Kemarin itu kejadiannya pagi, jam 07.00 WIB. Karena tidak pakai baju lurik. Karena sobek dan masih dijahit. Terus ditempeleng tiga kali, dicubit di bagian perut dan dijewer,” ujarnya.

Akibat kejadian itu, korban disebut mengalami trauma. Tak hanya kekerasan fisik, kepala sekolah juga diduga melontarkan kata-kata merendahkan kepada siswa.

Aksi protes kian membesar setelah upaya orang tua meminta klarifikasi tidak membuahkan hasil. Sikap kepala sekolah yang dinilai arogan dan tidak menunjukkan permintaan maaf tulus justru memicu kekecewaan wali murid, hingga akhirnya siswa melakukan aksi bersama di sekolah.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *