Kebakaran Gunung Bromo, Petugas Andalkan Sekat Bakar Cegah Api Meluas

jatimtodaycom
9 Agu 2026 14:53
2 menit membaca

Lumajang — Tim gabungan memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dengan membuat sekat bakar atau fire break untuk mencegah api meluas ke wilayah Kabupaten Lumajang.

Sekat bakar dibuat di kawasan perbatasan Desa Ranupani dan Desa Argosari, Kecamatan Senduro. Upaya tersebut dilakukan setelah api masih membakar kawasan Blok Jantur, Kabupaten Probolinggo.

Personel Polres Lumajang, BPBD Kabupaten Lumajang, petugas TNBTS, serta masyarakat hingga kini masih dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan penyekatan di kawasan tersebut.

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan, penyekatan dilakukan untuk menghambat laju api sekaligus mencegah kebakaran bergerak ke wilayah Lumajang.

“Personel Polres Lumajang bersama petugas BPBD, TNBTS, dan masyarakat hingga saat ini melakukan upaya pemadaman dan penyekatan di Desa Ranupani dan Desa Argosari,” kata AKBP Riki, Sabtu (8/8/2026).

Dalam pembuatan sekat bakar, petugas menebang ranting dan membersihkan semak di sepanjang perbatasan Desa Argosari dan Desa Ranupani. Material yang mudah terbakar disingkirkan agar api tidak memiliki jalur untuk merambat menuju wilayah Lumajang.

“Hingga saat ini titik api masih terpantau berada di kawasan Blok Jantur,” lanjut AKBP Riki.

Selain melakukan pemadaman dan penyekatan, personel gabungan juga tetap disiagakan untuk memantau pergerakan api. Petugas akan melakukan penanganan apabila kobaran api mulai bergerak mendekati wilayah Lumajang.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kepala Resort Ranupani, BA A. Ariyanto, S.Hut., upaya pemadaman juga akan diperkuat dari udara dengan mengerahkan dua helikopter water bombing.

“Akan diterjunkan helikopter water bombing dari BNPB dan TNI AL untuk membantu proses pemadaman,” lanjutnya.

Riki mengatakan penyebab kebakaran maupun sumber awal munculnya api hingga kini belum dapat dipastikan. Pihak berwenang masih melakukan proses identifikasi untuk mengetahui penyebab kebakaran tersebut.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak memasuki area yang terbakar maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api baru di kawasan hutan.

“Sinergi seluruh pihak sangat dibutuhkan agar kebakaran ini segera dapat dikendalikan dan tidak meluas hingga mengancam permukiman maupun kawasan hutan lainnya,” pungkas dia.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *