Kapolda Jatim Sekarang Irjen Pol Dekananto Eko Purwono Asal Bojonegoro

Mas Muji
3 Okt 2026 11:11
3 menit membaca

Surabaya – Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Dekananto Eko Purwono, putra daerah Bojonegoro, diangkat menjadi Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim) menggantikan Irjen Pol Nanang Avianto. Pengangkatan tersebut tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026 yang beredar di kalangan wartawan.

Dalam surat telegram tersebut, Dekananto yang sebelumnya menjabat Wakapolda Metro Jaya diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolda Jatim. Sementara Nanang Avianto dimutasi menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Kabidhumas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast membenarkan adanya mutasi dan rotasi sejumlah pejabat Polri tersebut. Konfirmasi itu disampaikan melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (3/10/2026).

“Benar, terdapat mutasi dan rotasi sejumlah pejabat di lingkungan Polri sebagaimana tertuang dalam Surat Telegram Kapolri yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026,” kata Abast.

Dia mengatakan, dalam surat telegram tersebut terdapat pergantian pada jabatan Kapolda Jawa Timur dan Wakapolda Jawa Timur.

Irjen Pol Dekananto Eko Purwono merupakan perwira tinggi Polri asal Bojonegoro yang memiliki pengalaman panjang di bidang intelijen dan keamanan. Sebelum dipercaya menjadi Wakapolda Metro Jaya, Dekananto pernah menjabat sebagai Dirintelkam Polda Jatim.

Saat menjabat Dirintelkam Polda Jatim, salah satu terobosan yang dikenang adalah keterlibatannya dalam pembongkaran tugu silat di sejumlah wilayah Jawa Timur. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya bentrokan antar kelompok silat.

Kala itu, sebanyak 686 tugu silat dibongkar dan dialihfungsikan menjadi Tugu Pancasila.

Setelah sekitar dua tahun menjabat Dirintelkam Polda Jatim, Dekananto kemudian ditugaskan sebagai Dirintelkam Polda Metro Jaya pada 2024.

Belum genap setahun menjabat Dirintelkam Polda Metro Jaya, Dekananto kembali mendapat promosi. Pada 2025, ia diangkat sebagai Direktur Politik Baintelkam Polri menggantikan Brigjen Pol Deddy Kusuma Bakti.

Jabatan tersebut menempatkan Dekananto sebagai salah satu pejabat dalam struktur intelijen keamanan nasional. Setelah sekitar setahun menduduki posisi Direktur Politik Baintelkam Polri, ia kemudian dilantik sebagai Wakapolda Metro Jaya pada Agustus 2025.

Kini, Dekananto kembali ke Jawa Timur dengan jabatan sebagai Kapolda Jatim. Pengangkatannya sekaligus membawa putra daerah Bojonegoro tersebut kembali memimpin kepolisian di daerah asalnya.

Abast mengatakan, mutasi dan rotasi sejumlah pejabat Polri merupakan bagian dari dinamika organisasi.

“(Mutasi untuk) pembinaan karier serta penyegaran dalam rangka menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas Polri,” lanjutnya.

Selain pergantian Kapolda Jatim, mutasi juga terjadi pada posisi Wakapolda Jatim. Dalam surat telegram yang sama, Brigjen Pol Dr Pasma Royce dimutasi dari jabatannya sebagai Wakapolda Jatim untuk menduduki jabatan baru sebagai Kapolda Bali.

Sementara itu, nama pejabat yang akan menggantikan Pasma Royce sebagai Wakapolda Jatim belum tercantum dalam surat telegram tersebut.

Terkait pergantian pimpinan di jajaran Polda Jatim, Abast memastikan institusinya siap menjalankan kebijakan pimpinan Polri dan menjaga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

“Polda Jawa Timur tentunya siap melaksanakan kebijakan pimpinan dan memastikan seluruh kegiatan pelayanan kepada masyarakat serta pemeliharaan kamtibmas di Jawa Timur tetap berjalan sebagaimana mestinya,” tutupnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *