BYD M6 Sematkan Teknologi DM, Kendaraan Makin Gesit dan Irit

jatimtodaycom
1 Jul 2026 13:39
3 menit membaca

Surabaya – BYD Motor Indonesia membekali BYD M6 DM dengan teknologi Dual Mode (DM) yang diklaim menghadirkan performa lebih gesit, efisien bahan bakar, sekaligus tetap nyaman dikendarai. Keandalan teknologi tersebut dibuktikan melalui Media Challenge yang digelar pada Rabu (1/7/2026).

Mengajak awak media melakukan test drive menggunakan 11 unit BYD M6 DM, rute perjalanan dimulai dari BYD Arista Kenjeran Surabaya menuju Taman Dayu Prigen, Pasuruan, kemudian kembali ke Surabaya melalui sejumlah checkpoint.

Product Planning BYD Motor Indonesia, Yoni Prasetya Eka Putra menjelaskan, teknologi Dual Mode atau DM dirancang untuk memberikan empat keunggulan utama yang dirangkum dalam slogan GASS, yakni Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit.

Menurut Yoni, karakter gesit diperoleh dari kombinasi dua sumber tenaga, yakni motor listrik melalui Electric Hybrid System (EHS) dan mesin bensin 1.500 cc. Motor listrik menghasilkan tenaga maksimum 120 kW dengan torsi 210 Nm, sedangkan mesin bensin menyumbang tenaga 74 kW (101 PS) dan torsi 126 Nm.

“Dari kombinasi dua sumber tenaga yang diatur secara cerdas, BYD M6 DM mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu 9,1 detik. Saat melaju di jalan tol maupun tanjakan, performanya tetap terasa responsif,” ujar Yoni.

Keunggulan berikutnya adalah andal. Berbeda dengan kendaraan listrik murni, BYD M6 DM dikatakannya, dapat diisi ulang melalui pengisian baterai maupun menggunakan bensin beroktan RON 92. Konsep tersebut membuat kendaraan tetap dapat digunakan tanpa kekhawatiran ketika daya baterai menipis.

“Pada dasarnya ini adalah mobil listrik yang bisa diisi bensin. Pengguna tidak perlu khawatir saat baterai habis karena kendaraan tetap dapat beroperasi menggunakan mesin bensin,” lanjutnya.

Yoni menjelaskan, karakter senyap berasal dari sistem penggerak yang berorientasi pada motor listrik. Sekitar 80 persen kondisi berkendara memanfaatkan motor listrik sebagai penggerak utama sehingga suara mesin jauh lebih halus. Kenyamanan tersebut juga didukung sistem peredaman kabin yang baik.

Sementara predikat super irit kata dia, diperoleh berkat perpaduan motor listrik dan mesin bensin berteknologi tinggi. Mesin 1.500 cc yang digunakan memiliki efisiensi termal mencapai 46,06 persen, salah satu yang tertinggi pada mesin produksi massal, serta rasio kompresi 16:1.

Yoni lalu mengibaratkan rasio kompresi tinggi tersebut seperti mengirim 16 paket sekaligus dalam satu perjalanan, sehingga energi yang dihasilkan menjadi lebih efisien dibandingkan mesin konvensional yang umumnya memiliki rasio kompresi sekitar 12:1.

Melalui pengujian internal BYD, teknologi tersebut mampu mencatat konsumsi bahan bakar hingga 65 km per liter pada pengujian tertentu dengan jarak tempuh sekitar 150 kilometer. Angka tersebut menjadi tantangan yang ingin dibuktikan peserta Media Challenge selama test drive berlangsung.

Teknologi DM sendiri dibangun di atas platform yang menggabungkan tiga komponen utama, yakni Electric Hybrid System (EHS), Blade Battery, serta on-board charger AC/DC, yang didukung mesin hybrid sebagai sistem pendukung. Seluruh komponen tersebut bekerja secara otomatis melalui sistem kendali pintar untuk menentukan mode berkendara paling efisien sesuai kondisi jalan dan gaya mengemudi.

Lebih lanjut disampaikan Yoni, BYD M6 DM memiliki dua mode utama, yaitu EV Mode dan Hybrid Mode. Pada EV Mode, kendaraan dapat menempuh jarak hingga sekitar 100 kilometer hanya menggunakan motor listrik. Sedangkan Hybrid Mode terdiri atas tiga skema operasi, yakni Hybrid Series, Hybrid Parallel, dan Engine Direct Drive, yang secara otomatis dipilih sistem agar konsumsi energi tetap optimal tanpa mengorbankan performa.

“Selain teknologi penggeraknya, BYD juga membekali M6 DM dengan berbagai fitur modern, seperti head unit berukuran 12,8 inci, panel instrumen digital 10,25 inci, pilihan mode berkendara Eco, Normal, dan Sport, serta berbagai fitur keselamatan dan bantuan berkendara yang dapat dipantau melalui layar instrumen,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *