BYD Tech Culture Fest 2026 di Surabaya, Ajang Edukasi Teknologi Green Mobility

jatimtodaycom
2 Jul 2026 18:18
3 menit membaca

Surabaya – BYD Motor Indonesia menggelar BYD Tech Culture Fest 2026 di Atrium Pakuwon Mall Surabaya pada 2 hingga 5 Juli 2026 sebagai upaya mengedukasi masyarakat mengenai teknologi green mobility sekaligus memperkenalkan inovasi kendaraan elektrifikasi kepada publik. Melalui rangkaian pameran teknologi, product showcase, hingga test drive, BYD mengajak masyarakat mengenal lebih dekat solusi mobilitas yang lebih efisien, hemat energi, dan ramah lingkungan.

Operation Director BYD Motor Indonesia Nathan Sun mengatakan, Surabaya dipilih karena menjadi salah satu kota strategis dalam pengembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Menurutnya, BYD Tech Culture Fest bukan sekadar pameran otomotif, tetapi menjadi ruang edukasi agar masyarakat dapat mencoba langsung berbagai teknologi yang dikembangkan BYD.

“Kami percaya green mobility bukan hanya untuk dibicarakan, tetapi harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu kami membawa BYD Tech Culture Fest ke Surabaya agar masyarakat dapat mengenal teknologi kami dan melihat bagaimana inovasi ini dapat memberikan solusi mobilitas yang lebih baik di masa depan,” kata Nathan saat pembukaan acara, Kamis (2/7/2026).

Nathan menuturkan kondisi saat ini mendorong masyarakat mencari alternatif transportasi yang lebih efisien di tengah meningkatnya biaya energi. Menurutnya, BYD menawarkan solusi mobilitas yang lebih hemat, fleksibel, dan tetap terjangkau melalui berbagai pilihan kendaraan elektrifikasi.

Ia menyebutkan hingga saat ini lebih dari 90 ribu kendaraan BYD telah digunakan di Indonesia sejak perusahaan hadir pada 2024. Sementara di Jawa Timur, populasi kendaraan BYD telah mencapai lebih dari 4.400 unit dengan pangsa pasar sekitar 40 persen di segmen kendaraan energi baru.

Nathan menambahkan setiap konsumen memiliki kesiapan berbeda dalam beralih ke kendaraan listrik. Karena itu, selain menghadirkan kendaraan listrik murni, BYD juga memperkenalkan teknologi Dual Mode (DM) sebagai solusi transisi menuju elektrifikasi.

Dalam kegiatan tersebut, pengunjung dapat mengenal berbagai teknologi unggulan BYD seperti e-Platform, teknologi Dual Mode, sistem keselamatan kendaraan, hingga mencoba langsung pengalaman berkendara melalui sesi test drive.

Public Relations Senior Manager BYD Motor Indonesia, Nathasya Natalia, mengatakan Surabaya dipilih karena memiliki konektivitas yang kuat dengan kawasan industri, kota penyangga, hingga destinasi wisata yang menjadi jalur mobilitas masyarakat Jawa Timur.

Sebagai bagian dari edukasi teknologi, BYD juga menggelar Media Challenge yang diikuti sekitar 26 jurnalis dan kreator konten dari Jawa Timur menggunakan BYD M6 DM. Pengujian dilakukan dengan rute Surabaya–Prigen–Surabaya yang dirancang untuk menggambarkan kondisi perjalanan masyarakat sehari-hari, mulai dari jalan perkotaan, jalan tol, hingga jalur menuju kawasan wisata.

“Melalui Media Challenge ini kami ingin teman-teman media merasakan langsung bagaimana efisiensi teknologi Dual Mode dalam kondisi penggunaan yang sebenarnya. Mereka tidak hanya menguji konsumsi energi, tetapi juga merasakan performa kendaraan di berbagai karakter jalan,” ujar Nathasya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut mengapresiasi penyelenggaraan BYD Tech Culture Fest sebagai bagian dari upaya mempercepat literasi masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi.

Mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur, MHD Aftabuddin Rijaluzzaman, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana penting untuk membangun pemahaman masyarakat mengenai kendaraan listrik melalui pengalaman langsung, mulai dari melihat produk hingga mencoba kendaraan.

Menurutnya, kehadiran teknologi Dual Mode juga menjadi solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Jawa Timur yang memiliki karakter mobilitas beragam, baik di kawasan perkotaan maupun perjalanan antarkota.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyambut ekspansi jaringan dealer dan layanan purnajual BYD di sejumlah wilayah sebagai langkah yang dapat mempercepat terbentuknya ekosistem kendaraan listrik sekaligus mendukung target pengurangan emisi karbon di sektor transportasi.

“Kami berharap kehadiran BYD memberikan pilihan baru bagi masyarakat untuk beralih dari kendaraan konvensional menuju kendaraan yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan. Mari kita bersama-sama mendukung transisi menuju green energy demi masa depan yang lebih baik,” pungkas Aftabuddin.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *